Sorry, akhir-akhir ini aku sibuk, jadinya ga ada waktu buat nge-post di blog! Hehe.. ^^
Tapi sekarang, aku punya sesuatu buat kalian. Ini adalah cerita dari temen temannya temanku.
Begini cerita...
Ini adalah cerita mengenai seorang anak laki-laki. Ia memang miskin dan yatim piatu, tapi ia mempunyai seorang teman perempuan dari kalangan atas. Mereka selalu berdua, makan berdua, sekolah berdua, bermain berdua, semuanya serba berdua. Anak laki-laki ini rupanya menaruh rasa suka kepada si teman perempuannya ini. Setelah lama berteman, si anak laki-laki tumbuh dengan dan baik menjadi pria tampan, begitu pula dengan teman perempuannya itu. Perjalanan untuk mendapatkan hati si perempuan pun tak berlalu dengan mudah, ia butuh waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.
Bertahun kemudian, si perempuan ini memutuskan masuk salah satu universitas terkenal di negara itu. Otomatis, si laki-laki ini pun juga ingin ikut bersama dengan si perempuan. Apa daya, si laku-laki tak punya uang banyak untuk masuk ke universitas seperti itu, tapi ia tetap tidak menyerah untuk tetap dekat dengan perempuan yang ia cintai. Si laki-laki ini bekerja keras untuk bisa membiaya kuliahnya yang mahal itu.
Tak lama kemudian, orangtua si perempuan kecelakaan dan meninggal dunia. Si perempuan jatuh miskin. Ia tak punya siapa-siapa kecuali si laki-laki, teman masa kecilnya tersebut. Karena cinta, si laki-laki ini pun berkerja makin keras untuk memenuhi segala biaya hidup dirinya dan perempuan yang dicintainya.
Tapi, ada satu pria yang diam-diam juga menyukai si perempuan tersebut. Ia adalah teman satu kampusnya si laki-laki dan perempuan ini. Si laki-laki pun menyadari bahwa sahabatnya menyukai orang yang sama dengannya. Tapi tentu saja ia tak mau menyerahkan si perempuan itu pada siapapun.
Tapi Tuhan berkata lain. Si perempuan rupanya mengidap penyakit kanker usus stadium 3. Ia harus segera dioperasi atau jika tidak maka nyawanya akan melayang. Si laki-laki itu pun bersedih dan mulai putus asa. Tapi kemudian ia teringat dengan temannya yang juga menyukai si perempuan itu. Rupanya teman si laki-laki ini adalah anak keluarga kaya, yang tentu saja mempunyai uang untuk mengobati penyakit si perempuan.Si laki-laki pun berpikir ulang.
Kemudian si laki-laki bertanya kepada temannya tersebut, "Apa kau mencintai dia?"
Temannya menjawab, "Tentu saja aku mencintainya!"
Si laki-laki pun bertanya lagi, "Apa kau bisa menjaga dan membahagiakan dia dan terus memberi dia makan makanan yang enak?"
Temannya kembali menjawab, "Tentu saja aku akan membahagiakan dia. Aku akan membawakannya makanan yang lebih enak daripada makanan Ratu Elizabet!"
Si laki-laki rupanya masih tidak puas dan bertanya untuk yang terakhir kalinya, "Bagimu, siapa dia sebenarnya dalam dirimu?"
Temannya menjawab dengan mantap, "Dia belahan jiwaku."
Si laki-laki tersebut kemudian tersenyum dan berkata bahwa dia akan menyerahkan si perempuan itu pada temannya tapi dengan satu syarat, sembuhkan dia dari segala penyakitnya. Kemudian temannya itu menyanggupi syarat si laki-laki.
Setelah bertahun-tahun menikah dengan temannya tersebut, si perempuan ini rupanya sudah sembuh dari kankernya.
Lalu bagaimana dengan si laki-laki, teman masa kecilnya??
Si laki-laki itu tetap selalu berada di dekat si perempuan yang tidak akan ia berhenti cintai. Ia selalu melihat dari kejauhan dan selalu tersenyum. Karena baginya, jika orang yang ia cintai bahagia maka ia juga akan bahagia.
Dari kejauhan si laki-laki itu berkata, "Terima kasih telah menjaga SELURUH jiwaku itu!"
END
NB:
Hiks hiks hiks.... mengharukan ga?
Aku nangis lho baca cerita ini. Yang nangis bilang ya!! ;))
Semoga dari cerita ini kita dapat mengetahui arti sebenarnya dari cinta sejati.
LOVE YOU ALL!!
-Jennifer Grandjill-
Aku nangis!!
BalasHapus-vayo-
i love music!!!! and your page
BalasHapus