PROLOG
“Satu, dua,
satu, dua, satu, dua. Atur barisan. Siapkan senjata kalian!! Hitungan ketiga
TEMBAK! Satu, dua, tiga.....”
Kenangan
terindah adalah saat-saat bersamamu.
***
---
Aku tidak pernah berharap akan menjadi seorang Putri atau pun menjadi seorang
Ratu. Mungkin harapan paling tinggiku adalah menjadi penulis terkenal dan
bukuku akan dibaca oleh semua orang. Dan aku akan meninggal dengan meninggalkan
gelar sebagai penulis terbaik sepanjang masa. Mungkin terlihat sedikit
berlebihan, tapi itulah mimpiku. Tapi jika masa depanku tidak seperti yang
kuimpikan, kuharap aku akan menjadi sesuatu yang lebih baik. ---
‘SEND’ click.
Aku
ingin menjadi sesuatu bagimu.
***
“Apa ada yang
Yang Mulia butuhkan lagi?”
“Tidak.
Terima kasih. Kau boleh pergi sekarang!”
Adakah
yang mengerti akan perasaanku?? Aku INGIN... Aku PERLU... Aku BUTUH....
***
“Kita butuh
negara yang kuat, sehingga tidak ada lagi yang mengganggu pemerintahan kita
lagi. Dengan begitu rakyat kita akan hidup dengan damai dan sejahtera.”
“Tapi negara
seperti membutuhkan Raja yang hebat juga!”
“Dan dibalik
Raja yang sukses selalu ada Ratu yang hebat! Jadi, siapa yang akan menjadi
Ratu-mu?”
Siapapun
dirimu, maukah kau menjadi pendampingku? Menjadi Ratu-ku? Dan selalu ada
disisiku selamanya?
***